Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Kota Solok

rizki, 04 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

SOLOK KOTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok menggeruduk Gedung Kantor Wakil Rakyat, DPRD Kota Solok untuk menggelar aksi Unjuk Rasa Evaluasi Kebangsaan untuk Umat dan Bangsa, Jum'at, 04 Oktober 2019 sekira pukul 15.30 WIB.

Dalam unjuk rasa yang berlangsung damai itu, bertindak sebagai Korlap Aksi Galdasmanto dan Fajri Seswanda. Orator Rahmad Hayadi, Ilhami Rahmayatillah, Gio Fanesta, dan diikuti dengan estimasi massa sebanyak kurang lebih 50 (lima puluh) orang.

Kegiatan diawali dengan aksi longmarch oleh massa aksi dengan rute start dari titik kumpul di Jalan Cengkeh, lanjut ke Simpang Tugu, Simpang Karya, berakhir di Kantor DPRD Kota Solok di Jalan Tembok Laing Kel. Nan Balimo Kec. Tanjung harapan Kota Solok.

Sekira pukul 15.50 WIB, masa aksi sampai di depan gerbang depan Kantor DPRD Kota Solok dan selanjutnya menyampaikan orasi-orasi tuntutan serta aspirasi yang hendak disampaikannya.

Sejumlah aspirasi tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam orasi diantaranya Mahasiswa menolak RUU KPK, RUU KHUP lain yang tidak pro rakyat, menilai Pemerintah tidak bisa menyelesaikan permasalahan Karhutla, menuntut agar Pemerintah segara menyelesailan kerusuhan di Wamena dan menuntut agar dapat mengusut tuntas kasus peristiwa yang mengakibatkan rekan - rekan mahasiswa  meninggal saat melakukan demontrasi serta menyatakan dengan tegas bahwa gerakan  mahasiswa yang terhimpun dalam HMI cabang Solok tidak ada ditunggangi dan murni untuk kesejahteraaan masyarakat.

Selain orasi melalui toa/soundsystem, berbagai tulisan menggelitik diusung para mahasiswa yang terhimpun dalam HMI itu, diantaranya sejuta tanda tangan masyarakat Solok menolak tegas RUU yang tidak Pro rakyat dan menuntut DPRD Kota Solok mencabut Undang- undang KPK ke DPRRI serta tulisan berbunyi Wakil Rakyat seharusnya tidak tidur waktu sidang Soal Rakyat.

Dalam aksi itu, mahasiswa meminta semua rekan mahasiswa peserta aksi untuk masuk ke Gedung DPRD kepada anggota Dewan, akan tetapi Dewan mengizinkan hanya 20 orang yang mewakili mahasiswa untuk masuk, hingga akhirnya Ketua DPRD beserta Wakil dan anggota DPRD Kota Solok yang hadir saat itu menampung aspirasi mahasiswa di Halaman Gedung DPRD agar semua terfasilitasi. 

Dalam aksi itu anggota DPRD Kota Solok Ramadhani Kirana Putra berharap para mahasiswa mengerti dengan keadaan gedung yang tidak bisa menampung semua mahasiswa.

Hal senada disampaikan Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, meminta agar mahasiswa mengerti bahwa ruangan tidak cukup utk mahasiswa masuk ke ruangan.

Sementara itu, Ketua DPRD setempat Yustris Can meminta mahasiswa untuk tidak terpancing dengan situasi yang sedang berkembang. Yutris Can meminta untuk menyampaikan aspirasi dengan baik dan memahami perjuangan mahasiswa untuk rakyat, namun ia juga minta untuk memahami situasi di Kota Solok yang aman. 

Menyikapi tuntutan mahasiswa, Ketua DPRD Yutris Can menyampaikan bahwa DPRD Kota Solok sepakat dengan mahasiswa terhadap UU KPK dan RUU KUHP yang tidak berpihak pada masyarakat dan Ketua DPRD berharap aparat hukum mengusut tuntas tentang Kahutla (kebakaran hutan dan lahan). 

Selain itu, terkait persoalan mahasiswa  di Kendari akan meminta pemerintah agar menyelesaikannya, serta DPRD kota Solok menyampaikan duka terhadap masyarakat minang di Wamena.

Dikatakan Yutris Can, Pemerintah Provinsi Sumbar sudah menyikapi dan DPRD akan menyampaikan tuntutan dan aspirasi mahasiswa pada pemerintah yang lebih tinggi untuk menyelesaikan masalah ini. (Amel) 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu